NGABEN perkawinan tradisi Hindu dan Tiong Hoa

View previous topic View next topic Go down

NGABEN perkawinan tradisi Hindu dan Tiong Hoa

Post  kakul on Fri Feb 06, 2009 9:04 am

Bro, saya mencoba untuk mengungkapkan apa yang ada dalam benak saya mengenai Pitra Yajna khususnya ngaben. Saya minta pendapat bro dan sis mengenai pandangan saya ini.

Ngaben yang merupakan salah satu budaya Hindu Bali menurut saya sangat mirip dengan upacara kematian masyarakat Tiong Hoa yang ada di Bali. Mungkin upacara ngaben tidak ditemukan dalam tradisi masyarakat Hindu Nusantara, misalnya di Jawa dan daerh-daerah lainnya. Apakah mungkin upacara ngaben diadopsi dari tradisi masyarakat Tiong Hoa?

Dalam upacara ngaben ditemukan adanya 'damar kurung', sementara dalam upacara kematian masyarakat Tiong Hoa juga ditemukan damar kurung. Gedong-gedongan ditemukan dalam upacara kematian masyarakat Tiong Hoa, semantara dalam upacara ngaben ditemukan adanya Wadah/Bade.

Uang kepeng dan kertas emas merupakan pernik-pernik yang digunakan masyarakat Tiong Hoa dalam upacara kematian juga banyak digunakan dalam upacara ngaben.

Jika ditarik benang merah makan menurut saya budaya ngaben banyak dipengaruhi oleh upacara kematian masyarakat Tiong Hoa, hanya saja intinya (membakar jenasah) merupakan budaya Hindu.

kakul
Atiti
Atiti

Posts : 35
Join date : 2009-01-24

View user profile

Back to top Go down

Re: NGABEN perkawinan tradisi Hindu dan Tiong Hoa

Post  JakaLoco on Sat Feb 14, 2009 10:33 am

kakul wrote:Bro, saya mencoba untuk mengungkapkan apa yang ada dalam benak saya mengenai Pitra Yajna khususnya ngaben. Saya minta pendapat bro dan sis mengenai pandangan saya ini.

Ngaben yang merupakan salah satu budaya Hindu Bali menurut saya sangat mirip dengan upacara kematian masyarakat Tiong Hoa yang ada di Bali. Mungkin upacara ngaben tidak ditemukan dalam tradisi masyarakat Hindu Nusantara, misalnya di Jawa dan daerh-daerah lainnya. Apakah mungkin upacara ngaben diadopsi dari tradisi masyarakat Tiong Hoa?

Dalam upacara ngaben ditemukan adanya 'damar kurung', sementara dalam upacara kematian masyarakat Tiong Hoa juga ditemukan damar kurung. Gedong-gedongan ditemukan dalam upacara kematian masyarakat Tiong Hoa, semantara dalam upacara ngaben ditemukan adanya Wadah/Bade.

Uang kepeng dan kertas emas merupakan pernik-pernik yang digunakan masyarakat Tiong Hoa dalam upacara kematian juga banyak digunakan dalam upacara ngaben.

Jika ditarik benang merah makan menurut saya budaya ngaben banyak dipengaruhi oleh upacara kematian masyarakat Tiong Hoa, hanya saja intinya (membakar jenasah) merupakan budaya Hindu.

Ente kagak salah bro..
Leluhur orang Bali asli (Bali AGa) sebenarnya dari tanah Cina..
dan secara keseeluruhan masyarakat melayu memang berasal dari daratan Cina..
coba lo pelajari sejarah di SMU lagi..
Kemudian ada pawisik dari Sesuhunan yg menceritakan sebuah kisah leluhur orang Bali..kayak gini ceritanya(bole percaya bole gak) :
"Hyang Pasupati memerintahkan kpd 3 orang dari Cina agar berangkat ke Bali utk menjaga pusaka yg terdapat di Bali..3 orang tersebut bernama Sang Kala Tan Ton Tah,Sang Jaya Rat, yg lg satu gak begitu jelas..
Sang Jaya Rat diperintahkan utk menjaga air suci di daerah Pejeng(Gianyar),konon air suci ini sangat mujarab bisa bikin awet muda..kemudian Sang Kala Tan Ton Tah diperintahkan utk menjaga "Taru Menyan" di daerah yg sekarang bernama Terunyan..
Ketika menjaga Taru Menyan tsb Sang Kala Tan Ton Tah merasa kesepian..kemudian beliau mengambil 2 bongkah batu dan memohon kpd Hyang Pasupati agar dari batu tsb diciptakan manusia pria dan wanita utk dijadikan putra-putri beliau utk menemaninya di tanah Bali..Hyang Pasupati mengabulkan dan ciptaan tsb benar2 terjadi,..2 orang dari batu tersebutlah yg kemudian menjadi nenek moyang orang2 Bali, karena Sang Kala Tan Ton Tah berasal dari ras Mongoloid maka Hyang Pasupati pun menciptakan anak2 tsb dlm ras mongoloid..."

Coba lo perhatikan wujud wayang dan patung di Bali..bermata sipit khan??itu utk menegaskan bahwa kita punya kaitan erat dengan Cina..selain itu coba lo perhatikan kalo di setiap acara keagamaan digunakan uang kepeng/uang Cina/pis bolong..

JakaLoco
Atiti
Atiti

Posts : 11
Join date : 2009-02-04

View user profile

Back to top Go down

Re: NGABEN perkawinan tradisi Hindu dan Tiong Hoa

Post  sakradeva on Sat Feb 14, 2009 1:52 pm

mungkin benar ada pengarug budaya cina dalam tradisi ngaben.....
sebab penelitian sejarah menyatakan adanya alkuturasi budaya Cina dan Bali.
salah satu raja Dinasti Warmadewa, Jayapangus menikah dengan istri saudagar cina, Kan Cie Wie namanya..... pasangan beda suku itu diabadakikan dalam wujud Barong Landung yang masih kita jumpai sekarang ini....

sakradeva
Atiti
Atiti

Posts : 42
Join date : 2009-01-23

View user profile

Back to top Go down

Re: NGABEN perkawinan tradisi Hindu dan Tiong Hoa

Post  kakul on Tue Feb 24, 2009 1:58 pm

Saya jadi penasaran neh apakah agama Thao yang berkembang di China yang kemudian dikenal dengan kepercayaan Kong Hu Cu itu identik dengan Hindu ? Semoga ada bro yang bisa memberikan penjelasan. Suksma Smile

kakul
Atiti
Atiti

Posts : 35
Join date : 2009-01-24

View user profile

Back to top Go down

Re: NGABEN perkawinan tradisi Hindu dan Tiong Hoa

Post  JakaLoco on Tue Mar 03, 2009 2:01 pm

@kakul

Saya jadi penasaran neh apakah agama Thao yang berkembang di China yang kemudian dikenal dengan kepercayaan Kong Hu Cu itu identik dengan Hindu ? Semoga ada bro yang bisa memberikan penjelasan. Suksma Smile

hampir semua agama itu ujung2nya y mirip ama Hindu..
lha wong Tuhan kita satu toh..
yg bilang lain khan mereka yg pengetahuannya dangkal..

JakaLoco
Atiti
Atiti

Posts : 11
Join date : 2009-02-04

View user profile

Back to top Go down

Re: NGABEN perkawinan tradisi Hindu dan Tiong Hoa

Post  sakradeva on Tue Mar 03, 2009 3:05 pm

kakul wrote:Saya jadi penasaran neh apakah agama Thao yang berkembang di China yang kemudian dikenal dengan kepercayaan Kong Hu Cu itu identik dengan Hindu ? Semoga ada bro yang bisa memberikan penjelasan. Suksma Smile

saya coba sajikan source : bacalah nanti kita diskusi kan bareng2, klo rekan2 yang lain ada bahan silahkan diposting/ share

AGAMA KONGHUCU a TAO, ASPEK MISTIK TAO



Agama di Tiongkok/China sangat unik karena berbeda dengan agama lainnya didunia, agama ini bertumbuh dalam situasi terisolir tanpa pengaruh dari luar dan juga berbeda dengan Yahudi, Kristen dan lslam yang monotheistik, agama di China tidak berpusat Tuhan seperti Kunghucu yang dianggap bukan agama. Baru setelah agama-agama asli di Tiongkok/China, maka datang pengaruh agama Buddha yang datang dari India sekitar tahun 500M.

Bentuk agama juga tidak jelas dan pada dinasti Shang (1751-1050 SM) yang mulai tercatat secara sejarah, juga tidak ditemukan petunjuk kearah itu kecuali bahwa masyarakat di zaman itu hidup dari kepercayaan akan 'kekuatan dan roh yang mempengaruhi manusia hidup dan yang membutuhkan korban dan sesajen' (manisme & animisme). Orang China juga percaya akan keseimbangan alam yang kemudian dilambangkan dengan Yin-Yang (pantheisme) dan dipentingkannya 't'ien ming' (kesejahteraan rakyat atau kehendak langit), Mistik ini sangat kuat meresapi masyarakat China bahwa mereka menyadari akan adanya saling pengaruh antara langit (termasuk dunia roh-roh) dan bumi (termasuk manusia hidup). Konsep keseimbangan ini sudah lama ada dalam buku I-Ching.

Penyembahan nenek moyang mulai dikenal pada awal dinasti Chow (1122-325 SM) dan bangkit kembali ketika Konghucu (500 SM) mengajarkan untuk menghormati orang tua termasuk kalau sudah meninggal. Dipercayai bahwa roh orang mati terbagi tiga bagian, satu bagian naik ke langit, satu bagian ada dalam kuburan dan satu bagian ada di meja sembayang. Karena kepercayaan adanya penerusan hidup dari dunia orang hidup ke dunia orang mati maka pemakaman biasa diramaikan dengan upacara dan sesajen yang menjamin sampainya roh-roh itu ke tempatnya tanpa gangguan. Agar kehidupan berjalan baik secara timbal balik dipraktekkan 'Feng Shui'.



1. MISTIK I-CHING


Tingkok/China di samping India adalah kawasan Timur (Oriental) kaya akan ajaran kebatinan kuno, hal itu terlihat dari begitu banyaknya ajaran kebatinan yang bersumber pada keyakinan kuno yang lahir di Tiongkok/China seperti HongsuilFeng Shui, dan dalam latihan kesehatan kita melihat pengaruhnya melalui pengobatan alternatif a.l. Akupunktur dan Reflexiologi, dan dalam silat Tai Chi dan Waitankung. Dari semuanya ada prinsip dasar yang dipercaya yaitu mengenai 'Chi' atau nafas/tenaga hidup yang ada di alam dan dalam diri setiap mahluk.

Ajaran kebatinan yang bersifat pantheistik dan animistik sudah dipercayai dalam agama China purba. Sejak dahulu kala orang China melakukan penyembahan alam dan roh-roh yang bisa dilihat dalam praktek rakyat dalam penyembahan nenek-moyang, astrologi/horoskop/shio (perbintangan), necromancy (feng shui), ramalan/ nujum (gwamia), maupun dalam ajaran silat atau ilmu bela diri seperti yang sudah disebutkan di atas.

Sejak lama konsep 'keseimbangan alam' dalam bentuk 'Yin-Yang' menguasai hidup orang China, baik dalam kehidupan pribadi, kehidupan berkeluarga, masyarakat, pertanian dan pembangunan, ilmu bela diri, dan pengobatan. Setidaknya, di tahun 2205 SM, ketika sungai Huangho meluap dan mengakibatkan banjir besar, Kaisar Yu mencetuskan gerakan masal Tarian Agung untuk diikuti rakyat yang prinsipnya adalah usaha 'mengikuti harmoni alam dengan melakukan gerakan delapan arah' (pat kwalmeridian), dasar mana ditemukan jejaknya jauh sebelumnya dalam buku filsafat keseimbangan 'I Ching' (4600 SM) dan buku pengobatan China klasik 'Nei -Ching' (abad XXVII SM) [1] .

I-Ching disebut 'Kitab Tentang Perubahan' itu, dikenal sebagai filsafat tua yang mendasari keyakinan agama-agama di China sejak 3000 SM. Dalam kepercayaan kuno China, I Ching dianggap sebagai nujum yang dapat memberi petunjuk rejeki bagi manusia baik dalam bidang sosial, keluarga, bisnis maupun kesehatan.


"Ingat bahwa anda sedang mengadakan konsultasi dengan ajaran kebijaksanaan yang terhimpun
sepanjang jaman, Kitab I Ching mengajarkan kepada anda supaya membina satu harmoni pada inti hakekat kehidupan dan dengan demikian merintis kesejahteraan hidup. Dengan menerapkan cara ini, anda akan dapat menuangkan arus kedamaian Ilahi pada gelombang arus kehidupan yang keruh. Segala pertentangan akan lebur dan berubah menjadi kebalikannya" [2]


I-Ching berpusat pada konsep Yin & Yang yang dikelilingi 64 buah hexagram[3] yang masing-masing diberi nama khusus. Yin mewakili yang negatip seperti bumi, bulan dan perempuan sedangkan Yang mewakili segala sesuatu yang positip seperti Matahari dan laki-laki. Yin dan Yang digambarkan sebagai sebuah lingkaran yang dibagi dua bagian sama besar yang berwarna hitam dan putih. Masing-masing bagian digambarkan sebagai berkepala bulatan yang berekor runcing. Di pusat bulatan kepala ada bintik yang warnanya berbeda dengan bulatan tersebut yang mengambarkan bahwa tidak ada yang mutlak dari kedua bagianlbulatan itu. Yin & Yang itu beroperasi mengikuti Meridian Langit yang biasanya dibagi menjadi 8 arah trigram atau Pat Kwa.

Jauh sebelum kelahiran Lao Tsu dan Kong Hu Cu, sebenarnya baik trigram maupun hexagram sudah terbentuk. Trigram sendiri disebut diciptakan oleh kaisar Fu Hsi di tahun 2800 SM, sedangkan pada abad ke-XII M konsep Yin-Yang yang pantheistik bercampur dengan animisme kuno menghasilkan berbagai faham seperti agama rakyat yang berbau mistik dan magis dan agama 'Tao' yang bersifat mistik yang dipelopori Lao Tsu (575-485 SM) yang dipercayai bersama dengan ajaran etis yang dipelopori oleh Kong Hu Cu (551-479 SM).

Satu milenium kemudian, pada tahun 520 M pendeta Buddha dari India bernama Tat Mo Chowsu (Bodhidarma) memperkenalkan agama Buddha ke China termasuk pengaruhnya yang kuat dalam dunia silat yang berpusat di biara Shao-Lin. Perpaduan ketiga faham Taoisme, Kunfusianisme dan Buddhisme menghasilkan agama sinkretis yang kemudian diberi nama Sam Kauw (Tri-Dharma). Perpaduan antara ajaran Tao dan Buddha disebut sebagai Ch'an menyebar ke semenanjung Korea dan kepulauan Jepang (di Jepang dikenal sebagai Zen).


Catatan :
[1] Nei Ching atau lengkapnya Huang Ti Nei Ching SU Wen (pengobatan dalam kuno dari kaisar kuning) adalah buku yang ditulis oleh kaisar Huang Ti (2697-2597 SM) yang dikenal sebagai kaisar kuning (The Yellow Emperor).
[2] Joseph Murphy, Rahasia di Balik I Ching, h.12.
[3] Hexagram/ Trigram menggambarkan 6/3 garis sejajar yang mewakili simbol arah tertentu. Garis-garis itu terdiri dari dua macam, yang tidak terputus mewakili unsur Yang sedangkan yang terputus mewakili unsur Yin. Kombinasi dari ketiganya (trigram) atau keenamnya (hexagram) dianggap melambangkan suatu kondisi tertentu pada arah yang ditunjukkan.



2. FAHAM KONGHUCU (CONFUCIANISM)


Faham Konghucu (Conficianism) tidak dapat disebut agama, soalnya faham ini tidak berbicara mengenai teologi (pengajaran mengenai Tuhan) tetapi hanya mengajarkan hal-hal yang menyangkut Etika hidup bermasyarakat. Itulah sebabnya ada yang menempatkan faham ini bukan sebagai agama tetapi sekedar sebagai ajaran Etika.


a. KONSEP MENGENAI YANG SUCI

Agama Konghucu tidak mempunyai konsep mengenai 'Yang Suci' kecuali bahwa mereka menerima dan meneruskan kepercayaan kuno mengenai langit yang disebut 'Thian' dan lebih menekankan pada hubungan kemanusiaan, itulah sebabnya Konghucu disebut bukan agama melainkan 'etika.' Konsep mengenai 'Thian' ini berkembang dalam pemikiran mazhab Konghucu, yaitu dari 'ketuhanan yang utama' (Analek, Konghucu) ke 'kekuatan moral semesta' (Meng-Tsu), dan kemudian 'alam semesta' (Hsun-Tsu). Dalam tahap kedua 'Neo Confucianism' dibawah Chang Tsai mengarah pada pantheisme yang telah dipengaruhi Taoisme dan Buddhisme. Langit ini berisi para nenek-moyang (Ti) yang diperintah oleh penguasa (Shang- Ti).


b. PERNYATAAN YANG SUCI

1. Orang-orang Suci
Faham ini dirintis Konghucu (551-479 SM) yang meletakkan dasar etika, kemudian dilanjutkan oleh pengikutnya Meng Tsu (371-289 SM) yang meletakkan dasar mistik, dan Hsun- Tsu (298-238 SM) yang meletakkan dasar praktis dan ajaran tentang 'li.'.

2. Tempat-tempat Suci
Karena menekankan etika dan moral, Konghucu tidak mempunyai tempat-tempat suci. Kuil-kuil Konghucu yang biasanya berwarna merah bukan tempat -tempat penyembahan yang dianggap suci, melainkan hanya tempat belajar, dimana buku-buku mengenai faham Konghuucu disimpan untuk bisa dipelajari. Kuil Konghucu dibangun di Beijing pada abad XIII dengan Aula yang menyimpan 300 tablet karya klasik faham Konghucu.

3. Kitab-kitab Suci
Ajaran konghucu ditulis dalam buku-buku seperti Analek, Chung-yung dll.


c. KONSEP MENGENAI MANUSIA

Pikiran langit dan bumi yang melahirkan segala sesuatu disebut 'jen', dan manusia yang tercipta karena materi dan energi memperoleh kehidupannya dari pikiran langit dan bumi. Manusia harus mengikuti 5 konsep yaitu Jen (hubungan ideal), Chun- Tzu (kemanusiaan yang benar), Li (sopan), Te (kekuasaan), dan Wen (seni perdamaian).


d. UNGKAPAN BERAGAMA MANUSIA

1. Jalan Keselamatan
Konghucu mengajarkan humanisme (jen) atau 'jalan etika', tetapi dalam buku Chung-yung (dari Meng-Tsu), salah satu dari ke-4 buku yang menjadi pegangan, menunjukkan penyatuan 'ch'eng' dengan langit dan bumi atau 'jalan mistik.' Karena itu disebut Meng-Tsulah yang menjadikan faham Konghucu sebagai agama mistik.

2. Komunitas Umat
Karena tidak merupakan agama dan memiliki liturgi maka konghucu hanya merupakan wacana hubungan perilaku antar manusia dalam komunitas yang menyeluruh. Menurut Konghucu, keluarga adalah unit dasar masyarakat, karena itu pentingnya ikatan kekeluargaan akan memperkuat negara.

3. Upacara Agama
Sebenarnya tidak ada upacara khusus dalam agama Konghucu semula, yang ada adalah hubungan hormat antara anak dan ayah, adik dan kakak, isteri dan suami, yang muda dengan teman yang tua, dan rakyat dan penguasa.


Last edited by sakradeva on Tue Mar 03, 2009 3:16 pm; edited 3 times in total

sakradeva
Atiti
Atiti

Posts : 42
Join date : 2009-01-23

View user profile

Back to top Go down

Re: NGABEN perkawinan tradisi Hindu dan Tiong Hoa

Post  sakradeva on Tue Mar 03, 2009 3:07 pm

3. AGAMA TAO (TAOISM)


Berbeda dengan faham Konghucu, faham Tao banyak berbicara mengenai supra-natural, namun kelihatan bahwa agama Tao lebih bersifat agama mistik, yaitu kepercayaan akan yang SATU yang tidak berpribadi sebagai kebenaran semesta.


a. KONSEP MENGENAI YANG SUCI

Dalam Taoisme kita melihat konsep yang suci sebaliknya dari Konghucu. Bila Konghucu lebih menekankan kehidupan dibumi, Taoisme lebih mengarahkan kepada 'Tao' yang mutlak yang merupakan transformasi ketuhanan secara folosofis dan mistis. Tao adalah prinsip semesta yang mencerminkan perubahan dan juga merupakan pola perilaku manusia (wu-wei). Tao adalah 'jalan realitas mutlak' atau 'jalan alam semesta', dan Jalan yang mengatur kehidupan.' Pandangan ini pada hakekatnya meneruskan faham monisme dualistis yang berasal dari buku I -Ching yang ditulis sekitar tahun 3000 SM.

Pada prinsipnya dalam Taoisme yang disebut 'Tuhan' adalah TAO, yaitu kekuatan dasar semesta yang tidak bisa disebut atau diberi nama, tidak berpribadi, tetapi merupakan kekuatan semesta yang menghasilkan segala sesuatu dalam alam ini (monisme). Konsep ini mirip dengan pengertian 'Prima Causa' atau 'Ground of All Being' dalam filsafat Yunani Purba.

Mengenai Tao ini, kepercayaan China kuno sejak I Ching ribuan tahun sebelumnya, Lao Tsu kemudian mengembangkannya dan dalam bukunya ia memberikan definisi berikut:



"Yang tidak bernama adalah asal-mula Langit dan Bumi; Namanya adalah Ibu segala sesuatu, karena itu:
Seringkali orang terdorong menyangkali agar dapat melihat rahasia kehidupan; Seringkali terdorong menjalani hidup, agar melihat hasil manifestasinya. Keduanya (rahasia dan manifestasinya) adalah (dalam sifat alaminya) sama; Keduanya diberi nama yang berbeda bila keduanya bermanifestasi. Keduanya dapat disebut sebagai Misteri Kosmis. Pencapaian dari Misteri ke dalam Misteri terdalam adalah gerbang kepada Rahasia semua kehidupan. " [1]


Sifat kebatinan (mistik) dari agama Tao terlihat dari kepercayaan bahwa hakekat manusia sama dengan Tao dan tugas manusia adalah mengusahakan dirinya hidup menjadi bagian Tao.


"Delapan pilar Taoisme mencakup setiap aspek dari keberadaan kita sehari-hari. Mereka dirancang untuk sepenuhnya memenuhi kebutuhan-kebutuhan dasar fisik dengan cara yang memungkinkan kita menyadari potensi kita sepenuhnya sebagai manusia. Maka kita dapat melompat melintasi aspek waktu yang mendegenerasikan, untuk hidup dengan Sang Tao, hidup dengan Tuhan." [2]


Tao mengekspresikan dirinya dalam kekuatan energi 'Chi' yang mengikuti hukum Yin dan Yang yang saling bertentangan, seimbang, saling memlengkapi secara harmonis. Setan sebagai pribadi tidak dikenal dalam Taoisme filsafat kecuali dalam Taoisme Magis yang berkembang kemudian setelah kematian Lao Tsu dimana setan-setan hanya merupakan personifikasi dari roh-roh nenek-moyang yang jahat. Sekalipun demikian, setan itu dikembangkan dalam sisi Yin (negatip) yang mencakup baik setan, kejahatan, dan dosa. Sebaliknya, aspek Yang (positip) melambangkan hal-hal baik, kuat dll. Interaksi Yin & Yang ini menghasilkan segala sesuatu dalam alam, seperti misalnya bumi & langit, wanita & pria, negatif & positif, dingin & panas yang selalu ada berpasangan dan merupakan komponen-komponen alam yang saling mengisi secara harmonis sekalipun bertentangan. Baik bumi maupun manusia dan mahluk lainnya akan mengalami malapetaka bila keseimbangan itu terganggu.


Catatan :
[1] Tao Teh Ching, buku-I, Prinsip Tao, 1. Tentang Tao yang Mutlak, Lin Yu Tang, The Wisdom of China and India, h.583, dengan catatan kakinya. Misteri dalam bahasa China adalah 'Hsuan' yang artinya 'kebatinan' (mistik). Taoisme adalah 'Hsuanchiau' yang artinya 'Agama Kebatinan.' Rahasia dalam bahasa China adalah 'Miao' dapat diartikan juga sebagai 'Esensi'; artinya 'yang ajaib', 'yang tak terbatas', 'yang tidak diketahui pikiran', 'intisari', atau 'kebenaran esoteris.'
[2] Stephen T. Chang, Sistem Lengkap perihal Swapenyembuhan China, h.32.



b. PERNYATAAN YANG SUCI

1. Orang-orang Suci
Pendiri Taoisme adalah Lao Tsu (lahir 604 SM) kemudian dilanjutkan oleh 'Chuang Tzu.'


2. Tempat-tempat Suci
Dalam perkembangannya, Taoisme kemudian membangun kuil-kuil suci sebagai tempat beribadat yang diisi patung-patung. Selain itu meja sembahyang disebut juga tempat suci, selain kuburan.


3. Kitab-kitab Suci
Ajaran Taoisme ditulis Lao Tzu dalam 'Tao Teh Ching' (Jalan dan kekuatannya), 'Chuang-Tzu', 'Huai-nan-tzu' dan 'Lieh-tzu.'



c. KONSEP MENGENAI MANUSIA


Manusia dalam Taoisme adalah bagian alam semesta yang diciptakan Tao dan manusia perlu mengalami perubahan yang harmonis dengan Tao. Bila Tao dianggap sebagai 'prima causa' dan kekuatan mistik semesta atau makro cosmos, maka manusia dan mahluk disebut mikro-kosmos yang semuanya memiliki 'Chi' dalam dirinya yang bekerja mengikuti irama Yin & Yang. Keselamatan atau kesembuhan adalah bila tercapai keselarasan antara irama Yin & Yang manusia dan mahluk dengan Yin & Yang semesta alam, dan tugas manusia adalah mengusahakan keseimbangan tersebut.

Manusia disebut sehat dan sejahtera bila keseimbangan itu terjaga, tetapi kalau keseimbangan itu terganggu, maka manusia akan jatuh sakit atau kesejahteraannya menurun. Tugas manusia dalam hidupnya adalah menjaga keseimbangan Yin & Yang ini agar senapas dengan Yin & Yang alam semesta, dan tugas penyelamatan adalah mencapai harmoni manusia dengan alam, Chi dengan Tao. Bagi Taoisme, alam semesta adalah kekal dari dahulu sampai sekarang dan tetap dalam keseimbangan kosmis demikian, demikian juga yang akan terjadi pada masa yang akan datang.



d. UNGKAPAN BERAGAMA MANUSIA

1. Jalan Keselamatan
Jalan keselamatan Taoisme adalah sikap berdiam diri secara pasif dan perenungan/ kontemplasi mistik dan 'usaha penyatuan dengan Tao yang tidak bernama.' Dalam latihan silat, jalan itu dilakukan dengan gerakan.

2. Komunitas Umat
Bila semula para pengikut Taoisme lebih bersifat usaha pencarian secara pribadi dalam perkembangan berikutnya mereka membentuk kelompok agama dengan kuil-kuil dan patung-patung.

3. Upacara Agama
Semula ajaran Taoisme bersifat filosofis, tetapi kemudian ajaran ini berkembang menjadi mistis dan magis dengan upacara-upacara yang bisa menjurus pada tahyul setelah mengalami sinkretisasi dengan agama leluhur.



e. KONSEP 'CHI' TAOISME


Bila kita melihat bahwa dalam Taoisme, Tao itu digambarkan sebagai 'energi' semesta yang menjadi penyebab pertama (prima causa), maka konsep Chi adalah energi yang menghidupkan manusia. Menurut Taoisme:


"Energi adalah suatu daya dinamis, dalam aliran tetap yang beredar melalui seluruh tubuh. Adalah masuk akal apabila banyak orang mengganti kata energi itu dengan kata kehidupan ... Ia disebut 'kekuatan kehidupan', 'energi kehidupan', 'jiwa' atau elektromagnet-isme. Para Tao-is menyebut kekuatan ini 'Chi'." [1]

Skinner dalam bukunya memberikan gambaran lebih jelas mengenai keberadaan 'Chi' ini:


"Ch'i, roh yang vital, mengisi dunia pemikiran para Taois. Ch'i adalah Roh Kosmis yang menghidupkan dan menginfus semua hasil cipta alam, memberi enerji kepada manusia, kehidupan kepada alam, pergerakan kepada air dan pertumbuhan kepada tanaman ... di pusat ajaran latihan pernafasan kaum Taois, yang juga melibatkan seni kepekaan indra penciuman dan cara penggunaan dupa ... Keberadaan orang adalah karena Ch'i, sedangkan Ch'i berada di dalam diri orang. " [2]


Keberadaan energi Chi ini dipercaya sebagai melingkupi seluruh tubuh manusia dan berbentuk sinar sekeliling tubuh manusia yang disebut sebagai 'Aura.' Sama dengan apa yang dipercayai dalam Yoga, dalam penyembuhan China dikenal pula 'pusat-pusat energi' (chakra) yang di zaman modern ini di kaitkan dengan 'ke- 7 kelenj ar' dalam diri manusia yang bertanggung jawab untuk mengatur aliran energi dalam berbagai sistem pada tubuh. Ke-7 kelenjar itu dalam alam modern dicari padanannya sebagai kelenjar-kelenjar:

(1) seksual, yang mengatur sekresi dan reproduksi;
(2) adrenalin, yang menopang fungsi ginjal, tulang sumsum dan tulang belakang;
(3) pankreas, yang mengendalikan sistem pencernaan;
(4) thymus, yang menguasai jantung dan sistem peredaran darah;
(5) thyroid, yang memelihara metabolisme sel-sel dalam tubuh dan menguasai pertumbuhan;
(6) kelenjar di bawah otak (pituitary), yang menguasai ingatan dan pemikiran;
(7) pinealis, yang menguasai kelenjar sekresi lainnya[3].

Berdasarkan teori soal energi inilah maka disebutkan bahwa bila keseimbangan energi itu terganggu maka seseorang akan mengalami ketidak seimbangan kesehatan tubuh atau sakit dan untuk memulihkannya dilakukan usaha-usaha mengembalikan keseimbangan energi tersebut sehingga manusia kembali menjadi sehat.


"Selanjutnya terdapat juga masalah ketidakseimbangan energi, yang pentingnya sama dengan hilangnya energi. Ketidakseimbangan energi di antara organ-organ (berkaitan dengan fungsional seperti pada mekanisme jam) merupakan suatu sumber lain dari keadaan sakit ... Kaum Tao-is purba memahami bahwa tubuh manusia itu tidak mungkin ada tanpa suplai energi yang secara berkesinambungan datang ke jaringan-jaringan dan organ-organ. Mereka dapat menyadari bahwa kesehatan dapat dipertahankan bilamana energi dalam tubuh itu seimbang, dan bahwa penyakit itu timbul bilamana terdapat penipisan atau pelemahan energi. [4]


Jadi keseimbangan energi harus dijaga dalam proses penyembuhan China, dan lebih dari itu, sebagai mikro-kosmos yang menjadi bagian dari makro-kosmos, manusia harus berusaha agar keseimbangan itu selaras dengan keseimbangan alam semesta. Hal ini dapat dilihat dari pernyataan dalam buku penyembuhan China sebagai berikut:


"Oleh karena alam semesta memelihara keseimbangan melalui pengaruh-mempengaruhi, maka tubuh kita - sebuah mikrokosmos dari alam semesta, - dipikirkan sebagai mencapai keserasian mental dan fisik dengan cara yang sama. Energi mengalir melalui tubuh lewat meridian dan organ serta isi perut yang bersangkutan dalam siklus yang dirumuskan dengan baik." [5]


Sekarang bagaimana manusia mengusahakan keseimbangan energi 'Chi' tersebut? Menurut sistem penyembuhan China ada berbagai cara untuk melakukan hal itu, seperti misalnya melalui (1) makanan & minuman yang tertib dan sehat seperti vegetarian (tidak makan daging). Ini merupakan usaha yang pasif atau perilaku biasa sehari-hari. Selanjutnya usaha aktif dilakukan melalui Tao-Revitalisasi yaitu yang mencakup (2) latihan pernafasan; (3) pengolahan pikiranlbatin; dan (4) gerakan tubuh.


"Kaum Taois purba telah menciptakan Tao (jalan) Revitalisasi, filsafat dan metoda berfikir, bernafas dan bergerak." [6]


Orang-orang mengkaitkan usaha pengolahan batin melalui Tao-Revitalisasi itu jauh sampai kepada Kaisar Kuning yang menulis kitab 'Nei Ching' yang sudah disebutkan terdahulu.


"Pencipta dari sistem gerakan-gerakan ini adalah Kaisar Kuning, yang adalah juga Bapak dari Tao-isme, ilmu dan filsafat dari kehidupan dan panjang usia. Nama aslinya yang tidak diterjemahkan untuk Tao Revitalisasi ini adalah Yang Sheng Shu. Istilah terakhir itu dapat didefinisikan sebagai pencapaian kehidupan yang berbahagia, sehat dan panjang melalui penggunaan dari gerakan-gerakan mental dan fisik untuk mencegah dan mengkoreksi semua penyakit, membalikkan proses menua, dan memperbaiki semua fungsi tubuh ... Dalam Tao Te Ching, Lao Tsu menyebutnya 'metoda terapi terbaik untuk meningkatkan dan memperpanjang hidup" [7]

Selain ke-4 cara yang disebutkan diatas ada beberapa cara lain yang dilakukan yang disebut sebagai 'Latihan Internal' yang dibagi dalam tiga kategori:


"Kategori pertama dari Latihan-latihan Internal mencakup latihan-latihan yang dirancang untuk mengoreksi sikap duduk, bersandar, berjalan dan bekerja yang gunanya untuk mempermudah penyem¬buhan ... Kategori kedua mencakup Meditasi (Tafakur) Meridian, yang juga dikenal sebagai Meditasi Berkeliling Dunia atau hanya Kontemplasi (Perenungan) Tao-is ... Tehnik-tehnik Akupuntur dan Akupresur, yang berasal dari Meditasi Meridian ini, dipergunakan untuk menolong orang lain, sedangkan Meditasi Meridian sendiri dipergunakan untuk swapenyembuhan (penyembuhan diri sendir)i. Kategori ketiga dari Latihan-latihan Internal mencakup tehnik-tehnik pernafasan energi. " [8]


Mengenai bentuk-bentuk populer dari Latihan-latihan Tao-Revitalisasi itu diuraikan berikut.

sakradeva
Atiti
Atiti

Posts : 42
Join date : 2009-01-23

View user profile

Back to top Go down

Re: NGABEN perkawinan tradisi Hindu dan Tiong Hoa

Post  sakradeva on Tue Mar 03, 2009 3:11 pm

Chi Kung, Tai Chi, Wai Tan Kung

Aplikasi praktis dalam bidang kesehatan dalam Tao-Revitalisasi dipopulerkan melalui berbagai nama seperti Chi-Kung, Tai-Chi dan Waitankung. Diantaranya yang paling populer adalah latihan 'pernafasan' Chi-Kung yang juga disebut sebagai Nei - Kung. Chi Kung sekarang juga dikenal sebagai aliran keagamaan Fa Lun Gong.

Istilah Chi-Kung dapat diterjemahkan sebagai Latihan Bernafas atau memberi Energi. Istilah Nei-Kung dapat diterjemahkan sebagai latihan-latihan Internal. Latihan pernafasan Chi-Kung biasa digabung dengan latihan gerak Tai-Chi dan Tai Chi Kung yang dipopulerkan di Indonesia antara lain terdiri dari 25 gerakan Chi-Kung ditambah 18 gerakan Tai-Chi. [9]

Tai-Chi dari arti katanya, Tai berarti 'maha besar/sesuatu yang tak terbatas' dan Chi berarti 'Inti atau Pusat' manusia. Kalau keduanya digabung menjadi 'suatu usaha menyatukan inti/pusat manusia kepada sumbernya yang maha besar dan tak terbatas itu.' Kadangkala nama itu disambung menjadi Tai-Chi-Chuan, dimana Chuan berarti 'tinju' dan dapat diterjemahkan sebagai 'koordinasi mental dan fisik atau singkatnya bela diri.' Sebagai bagian dari Tao-Revitalisasi, Tai-Chi menekankan gerak fisik & batin atau 'olah batin' dan latihannya terdiri dari banyak jurus.

Berbeda dengan Tai-Chi-Chuan yang menyangkut unsur bela diri, Waitankung lebih mirip dengan Chi-Kung yang menekankan latihan pernafasan. Dari arti katanya kita dapat melihat bahwa 'Wai' artinya luar, 'Tan' artinya pusat, dan 'Kung' artinya pernafasan.

Perkembangan dari Waitankung disebut Neitankung (Nei artinya dalam) yang bila seseorang dapat mengusainya bisa memancarkan hawa energi yang dimiliki setiap orang, dan menghasilkan kekuatan-kekuatan magis seperti yang dialami murid-murid Haji Ali Chang Che Tung, pelopornya di Taiwan, yang sudah mencapai tingkat lanjutan seperti 'terangkat 10 Cm di atas tanah, berjalan di atas air, menembus bumi (masuk ke dalam tanah) dll. [10]

Baik Chi-Kung, Tai-Chi, & Waitankung adalah bagian praktek Tao-Revitalisasi dimana baik pernafasan, meditasi maupun gerakan diusahakan untuk mengolah 'energi Chi' dalam diri manusia agar mencapai kesatuan dan keseimbangan sepenuhnya dengan 'energi Chi alam semesta.' Sekalipun jelas bahwa latihan-latihan ini adalah bagian dari praktek 'kebatinan Tao-isme' ada saja para pendukungnya yang menyebutnya hanya sebagai olah raga biasa. Beberapa komentar dari sumber-sumber mereka malah membantah pembelaan demikian.


"Tao Revitalisasi bukanlah suatu olah raga. Ia tidak dirancang untuk menggalakkan perlombaan atau gerakan-gerakan yang menguras tenaga, menambah stres atau ketegangan, menghabiskan energi atau dengan perkataan lain mengurangi kurun hidup seseorang. lapun bukan suatu bentuk beladiri. Berbeda dengan Kung Fu, karate dan sebagainya. Ia tidak melibatkan gerakan-gerakan yang menguras tenaga atau ketegangan ... satu aspek dari Tai Chi Chuan yakni penyatuan jiwa dan raga, adalah sama dengan yang terdapat pada Tao-Revitalisasi." [11]

Jusuf Sutanto mengemukakan dalam bukunya mengenai Tai Chi Chuan, bahwa:


"Falsafah ini disebut Taoisme dan merupakan dasar bagi pengobatan tradisional China ... Tai Chi Chuan sebenarnya merupakan bagian yang paling pokok dari pengobatan ini. Pada dasarnya Tai Chi Chuan sebenarnya berbeda dengan segala jenis olah raga yang umum di kenal, yang berdasarkan pada pembentukan otot, kekuatan dan kecepatan. Gerakan Tai Chi adalah pelahan, relaks, melingkar-lingkar dan berkesinambungan dalam keselarasan dan kesinambungan irama nafas dan fikiran. Sehingga Tai Chi sering disebut sebagai meditasi sambil jalan ... harus ada jalan (TAO) yang secara bertahap dapat mengantarkan kita ke arah relaksasi dalam keseluruhan badan dan fikiran kita. Dan itu adalah Tai Chi! ... Tai Chi Chuan bukan hanya terbatas pada hal-hal yang merupakan pandangan, konsep-konsep atau angan-angan tentang kesehatan, tetapi dan yang terutama adalah jalan atau TAO untuk mencapai ketenangan dan kesejahteraan badan dan fikiran kita. " [12]

Dalam buku Senam Tera disebutkan bahwa:


"Tai Chi merupakan seni bela diri kuno berdasarkan filsafat penganut kepercayaan Tao ... Bagaimana perbandingan Tai Chi dengan olah raga lainnya? Salah satu segi uniknya dalam memberikan rasa relax yang tinggi. Dalam hal ini Tai Chi serupa pula dengan Yoga dan juga disebut sebagai 'meditasi bergerak'." [13]

Bagaimana dengan Waitankung yang dikatakan berbeda dengan Tai Chi karena lebih sederhana?


"Wai Tan Kung bukan merupakan jenis ilmu silat atau bela diri, juga bukan merupakan ilmu Chi Kung tradisional, Yoga atau olah raga orang barat ... Energi dasar, adalah suatu daya yang secara alami telah berada di dalam tubuh manusia sejak lahir, membuat daya ketahanan tubuh terhadap kondisi alam sekitarnya dan sekaligus memberikan perlawanan serta perlindungan terhadap gangguan-gangguan kesehatran ... Manusia dalam usia muda/dewasa, dimana dalam tubuhnya terdapat banyak unsur positip ('YANG') dan sedikit unsur negatip ('YIN'). " [14]

Pengaruh Buddhisme terjadi sekitar tahun AD-SOO, seorang pendeta Buddha bernama Tat Mo Chow Su (Bodidharma) dari India menyeberangi sungai Yang Tze dan mengikuti perkembangan silat Shao Lin dan menetap di kuil Shao Lin dan kemudian mempengaruhi perkembangan silat Shao-Lin dengan dasar Buddhisme.

Sebetulnya agak sukar dimengerti kalau seorang padri mempelaj ari silat, apalagi yang bersifat keras, tetapi Tat Mo yang anti kekerasan itu menyadari bahwa dalam perjalanannya yang panjang itu ternyata ia mengalami banyak kekerasan sehingga penguasaan kekerasan untuk melawan kekerasan itu juga penting, misalnya untuk menolong orang yang mengalami kekerasan. Karena alasan itulah kemudian ia mengembangkan dan mengajarkan 18 jurus silat Lahan Chuan kepada para padri yang diasuhnya.


"Pada latihan kaum Taois terdapat latihan pernafasan dan teknik untuk mengembangkan energi yang tersimpan di dalam tubuh. Chi Kung, suatu sistem latihan yang mengolah energi dalam tubuh, telah berada di China untuk beberapa abad. Sang Buddha juga telah mengajarkan latihan pernafasan dan meditasi untuk mengontrol energi yang tersimpan di dalam tubuh. Pada saat guru besar meditasi, Bodhidharma datang ke China, beliau memperbaiki latihan yang telah ada di sana dan mengembangkan satu seri latihan yang memperbaiki kesehatan para bhiksu. Dengan cara ini, latihan bela diri dipraktekkan di vihara." [15]

Sebagai lazimnya apa yang disebut pertentangan kepentingan, perguruan Shao Lin karena pengaruh masuknya Buddhisme itu kemudian mengalami perpecahan menjadi Shao-Iin Utara yang tetap berpusat di gunung Shao-Lin dan yang tetap dikenal dengan nama Shao Lin, dan Shao-Iin Selatan yang kemudian lebih dikenal dengan perguruan Bu Tong (Wu Tang) yang berpusat di gunung Wu.

Sebenarnya cerita-cerita sekitar tokoh-tokoh yang melatarbelakangi perpecahan itu ada dalam berbagai versi, tetapi dari banyak versi itu yang paling populer adalah adanya tokoh yang bernama Tio Sam Hong (1277-1367, dalam versi lain disebut Chang San Feng), pada masa peralihan dinasti Goan ke dinasti Ming, sebagai murid Shao Lin yang kemudian memisahkan diri dan membentuk perguruan Bu Tong di Gunung Wu di propinsi Ho Pak, yang biasa juga dikaitkan dengan kelahiran Tai Chi Chuan yaitu Tai Chi yang digunakan untuk bela diri juga. Dalam versi lain disebutkan bahwa aliran ini sebetulnya sudah ada pada abad ke-XI karena sudah didokumentasikan oleh Wang Chung Yueh dengan nama Tai Chi Chuan Ching [16].

sakradeva
Atiti
Atiti

Posts : 42
Join date : 2009-01-23

View user profile

Back to top Go down

Re: NGABEN perkawinan tradisi Hindu dan Tiong Hoa

Post  sakradeva on Tue Mar 03, 2009 3:13 pm

Fa Lun Gong

Secara azas, sebenarnya Fa Lun Gong (Falun Dafa) merupakan popularisasi kembali latihan pernafasan Chi-Kung, namun karena latihan ini juga menjadi salah satu praktek organisasi masa yang melakukan demonstrasi melawan pemerintah RRC (1999), maka Falun Gong kemudian menjadi aliran yang dimusuhi oleh pemerintah RRC. Fa Lun Gong diperkenalkan oleh Ii Hongzhi pada tahun 1992. Ia melatih S bentuk pelatihan, dimana empat dilakukan dalam posisi berdiri dan satu dalam posisi duduk yaitu untuk bermeditasi.

Pengikut Fa Lun Gong percaya bahwa dengan postur tubuh tertentu dan melakukan tehnik pernafasan yang teratur, seseorang dapat membangkitkan energi didalam dirinya yang sangat berpengaruh dalam meningkatkan kesehatan dan kekuatan.

Fa Lun Gong memiliki lambang berupa perpaduan:


"Hukum Roda sekolah Buddha, Yin Yang sekolah Tao, dan ke-l 0 pasak bumi semuanya direfleksikan ke dalam Hukum Roda - Falun." ... Falun Dafa dipraktekkan menurut prinsip evolusi alam semesta. Karena itu apa yang dikultivasikan adalah Hukum Yang Mahabesar dan Tao Yang Mahabesar. " [17]

Menurut para pengikut Falun Gong, mereka tidak merupakan aliran agama, tidak tergolong agama Buddha maupun Tao, namun memasukkan falsafah kedua aliran agama itu melalui lambang-lambang swastika (Buddha) dan yin-yang (Tao) yang disatukan dalam lambang Fa Lun Gong.


Catatan :
[1] Stephen T. Chang, Sistem Lengkap perihal Swapenyembuhan China, h.34,36.
[2] Stephen Skinner, Feng Shui, h.39.
[3] Chang, h.45-50.
[4] Ibid, h.38,45.
[5] Ibid,h.61.
[6] Ibid, h.13.
[7] Ibid, h.14.
[8] Ibid, h.24.
[9] lihat Senam Persendian dan Senam Pernafasan, Yayasan Pusat Senam Pernafasan Tai-Chi lndonesia.
[10] Ibid, h.18.
[11] Chang, h.16-17.
[12] Jusuf Sutanto, Tai Chi Chuan, Irama Kehidupan, h.15,19,112,13l.
[13] Chia Siew Pang, Senam Tera (Tai Chi), h.8,14.
[14] Mengenal Olah Raga Senam Wai Tan Kung dan Faedahnya, h. 0,00.
[15] 15 Thubten Chodron, Tradisi dan Harmoni, menelusuri Jejak-jejak Agama Buddha, h.10-11.
[16] Sophia Delza, Tai Chi Ch'uan, h.183.
[17] Situs Falun Dafa , Michigan.

sakradeva
Atiti
Atiti

Posts : 42
Join date : 2009-01-23

View user profile

Back to top Go down

Re: NGABEN perkawinan tradisi Hindu dan Tiong Hoa

Post  adit38 on Thu Mar 05, 2009 10:44 pm

Detail banget bro...
Ada juga agama pagan di eropa, dimana agama itu nyaris musnah, tapi karena kemiripan mereka bergabung dgn agama hindu untuk mencari perlindungan...

adit38
Atiti
Atiti

Posts : 38
Join date : 2009-01-23
Age : 36
Location : Paya - NTB

View user profile http://adit38.wordpress.com/

Back to top Go down

Re: NGABEN perkawinan tradisi Hindu dan Tiong Hoa

Post  kakul on Tue Mar 10, 2009 9:02 am

Jadi bingung bro baca penjelasanya bro sakradeva. Tapi sangat bagus nih penjelasannya.

kakul
Atiti
Atiti

Posts : 35
Join date : 2009-01-24

View user profile

Back to top Go down

Re: NGABEN perkawinan tradisi Hindu dan Tiong Hoa

Post  Sponsored content Today at 7:06 am


Sponsored content


Back to top Go down

View previous topic View next topic Back to top

- Similar topics

 
Permissions in this forum:
You cannot reply to topics in this forum